Scroll untuk baca berita
News

MIRIS! Ditemukan di Sungai dengan Dahi Terluka, Bayi Perempuan itu Tetap Tersenyum Saat Diazani

×

MIRIS! Ditemukan di Sungai dengan Dahi Terluka, Bayi Perempuan itu Tetap Tersenyum Saat Diazani

Sebarkan artikel ini

 

Ilustrasi bayi yang ditemukan di sungai ( Unsplash)

 

Skroll untuk Melanjutkan
Advertising

Domainrakyat.com – Seorang bayi ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu (1/6/22) oleh tukang potong ikan di Kampung Pulo, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Bayi perempuan itu ditemukan dengan plastik besar. Ia ditemukan dengan kondisi dahi terluka dan badannya membiru karena kedinginan.

Penemuan bayi perempuan tersebut diurai oleh seorang warga bernama Nasrul (43).

“Pas kita buka ternyata bayi, masih bergerak. Ada luka di dahinya, enggak tahu luka karena benturan sewaktu dilempar ke Kali Ciliwung atau bagaimana. Darahnya lumayan banyak,” ungkap Nasrul dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jakarta, Rabu (1/6/2022).

Bak sebuah keajaiban, Nasrul menuturkan bayi tersebut ditemukan hanya berkisar 10 menit sebelum limpahan debit air Kali Ciliwung kiriman dari Bogor dan Depok tiba di Jakarta.

“Alhamdulillahnya tukang potong ikan itu dikasih dengar suara bayi. Makannya bisa kita cari. Kalau yang buang siapa juga enggak tahu. Dekat lokasi ada CCTV, tapi mati karena tersambar petir,” pungkas Nasrul.

Kemudian, bayi perempuan itu langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur sekaligus melaporkan peristiwa tersebut.

Ketika tiba di kantor polisi, bayi perempuan itu langsung diazani oleh office boy Polres. Ketika mendengar lantunan azan, terlihat sang bayi tersenyum.

“Bayinya senyum ketika diadzani office boy Polres. Padahal kondisinya luka di dahi dan kedinginan karena pas ditemukan di pinggir Ciliwung,” kata Nasrul.

Kini, bayi perempuan itu dalam perawatan tim dokter RS Polri Kramat Jati, sementara kasusnya nasih dalam penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

“Kalau secara fisik sih normal ya, berat badan segala macamnya. Kemungkinan lahir normal, enggak cesar. Karena masih ada tali pusarnya juga. Bayinya cantik, kita sampai enggak tega,” ucap Nasrul.

Lantas, apa yang akan terjadi jika bayi terlalu lama berada di dalam air?

Kini, bayi perempuan itu dalam perawatan tim dokter RS Polri Kramat Jati, sementara kasusnya nasih dalam penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

“Kalau secara fisik sih normal ya, berat badan segala macamnya. Kemungkinan lahir normal, enggak cesar. Karena masih ada tali pusarnya juga. Bayinya cantik, kita sampai enggak tega,” ucap Nasrul.

Lantas, apa yang akan terjadi jika bayi terlalu lama berada di dalam air?

Jika air yang dipakai terlalu dingin, maak abayi akan terkena infeksi dari air.

Maka itu, umur paling cocok untuk bayi berenang atau berendam di air adalah ketika mereka sudah berumur 2 bulan.

Anda tidak perlu menunggu sampai bayi Anda diimunisasi untuk membawanya berenang.

Jika bayi Anda berusia kurang dari 6 bulan, pastikan kolam dipanaskan hingga sekitar 32° C.

Kolam renang umum yang besar akan terlalu dingin untuk bayi di bawah 6 bulan.

Ibu baru tidak boleh berenang sampai setidaknya 6 minggu setelah melahirkan, atau ketika mereka telah berhenti mengeluarkan darah.

    

Lihat berita dan Artikel Domainrakyat.com di Google News dan WhatsApp Channel