Scroll untuk baca berita
News

Fans Dilarang Kumpul Kebo dan Pesta Miras, Piala Dunia 2022 Qatar Terapkan Norma Ketimuran

×

Fans Dilarang Kumpul Kebo dan Pesta Miras, Piala Dunia 2022 Qatar Terapkan Norma Ketimuran

Sebarkan artikel ini

 

Skroll untuk Melanjutkan
Advertising

Domainrakyat.com — Di Piala Dunia 2022, Qatar akan menerapkan norma ketimuran secara ketat. Syariat Islam yang sejak lama diterapkan di sana membuat fans wajib beradaptasi dengan sejumlah peraturan, seperti seks bebas dan meminum minuman beralkohol.

Untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di Timur Tengah. Segala sesuatunya akan disesuaikan, seperti waktu pelaksanaan, yakni digelar pada November karena faktor cuaca.

Selain itu, dinukil dari Daily Star, negara tuan rumah dilaporkan tidak mentolerir tindakan yang melanggar adat ketimuran. Hotel-hotel di sana memberlakukan peraturan super ketat terkait hal-hal yang dilarang dilakukan sepanjang Piala Dunia.

Saking ketatnya, jika ada berani yang melanggar peraturan yang telah dibuat, sanksi penjara minimal 7 tahun siap menanti. Seperti apa saja larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan fans selama Piala Dunia 2022?

Dilarang Seks Bebas

Peraturan pertama adalah seks bebas. Sebuah laporan menyebutkan bahwa hanya pasangan suami istri sah saja yang boleh bermesraan, baik itu di hotel maupun di tempat publik.

“Seks tidak ada dalam menu. Kecuali Anda berstatus pasangan suami istri,” bunyi laporan Daily Star.

“Tidak boleh ada cinta satu malam selama Piala Dunia 2022 berlangsung.”

Tidak Boleh Pesta Miras

Bagi beberapa suporter, terutama dari Eropa, berkumpul di pub atau pusat kota sebelum pertandingan sembari meminum alkohol adalah hal yang biasa, bahkan mungkin suatu keharusan.

Di Qatar, mereka tidak boleh melakukan hal tersebut.

“Tidak boleh ada pesta-pesta. Semua harus tunduk pada aturan, kecuali mau masuk penjara, ya silahkan. Minum-minum khamr sangat dilarang.”

Nasser Al-Khater, Ketua Umum Piala Dunia 2022 menerangkan, ketatnya peraturan selama turnamen diterapkan selain untuk menyesuaikan dengan hukum yang sudah ada, adalah demi keamanan.

“Keamanan dan kenyamanan seluruh suporter adalah hal terpenting buat kami,” kata Al-Khater.

“Tetapi menunjukkan kasih sayang di depan umum, itu bukan bagian dari budaya kita, dan itu berlaku untuk semua orang.”

Sumber: Daily Star

Ikuti berita Domainrakyat.com terbaru melalui Google News

    

Lihat berita dan Artikel Domainrakyat.com di Google News dan WhatsApp Channel