Scroll untuk baca berita
Berita UtamaNewsTimur Tengah

Makin Brutal, Tentara Israel Gempur Sekolah di Kamp Jabalia Gaza

×

Makin Brutal, Tentara Israel Gempur Sekolah di Kamp Jabalia Gaza

Sebarkan artikel ini
Sekolah di Kamp Jabalia Gaza (dok. routers)

Domainrakyat.com – Lagi dan lagi tentara Israel melakukan penyerangan terhadap sekolah di Jalur Gaza utara, Palestina.

Kini serangan itu menargetkan sebuah sekolah di Kamp Jabalia, kawasan al-Falouja pada hari ini, Selasa (21/11/2023).

Skroll untuk Melanjutkan
Advertising

Serangan ke kompleks kamp pengungsi Jabalia ini berlangsung kala Israel juga menggempur Rumah Sakit Indonesia di Gaza sejak Senin.

Al Jazeera melaporkan sejauh ini belum diketahui apakah ada korban jiwa maupun terluka akibat gempuran Israel ke sekolah tersebut.

Ini adalah serangan kesekian Israel yang menargetkan sekolah di Gaza juga kamp pengungsi Jabalia. Sejak meluncurkan agresi 7 Oktober lalu, berbagai sekolah menjadi target gempuran Negeri Zionis, termasuk sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Senin (20/11), Hamas melaporkan lebih dari 10 orang tewas imbas serangan roket Tel Aviv di sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kamp Bureij, Gaza tengah.

Pada Sabtu (18/11), militer Tel Aviv juga menyerang Sekolah Al-Fakhura, sekolah yang dikelola UNRWA lainnya di Gaza utara. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya alias pada Jumat (17/11), Sekolah Al-Falah di Zeitoun, Gaza selatan, juga diserbu pasukan Israel. Puluhan orang meninggal dunia dan sekitar 100 orang mengalami luka-luka imbas serangan itu.

Sekolah Al-Buraq juga turut digempur Israel pada 10 November lalu hingga menewaskan setidaknya 25 orang.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini makin brutal karena mulai intens menargetkan fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, serta tempat ibadah.

Sejauh ini, jumlah korban tewas akibat agresi di Gaza sudah mencapai 13.300 orang, dengan mayoritas anak-anak dan perempuan.

Meski banya pihak menyerukan agar segera dilakukan gencatan senjata, tetapi Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu masih enggan menyetujui usulan tersebut.

    

Lihat berita dan Artikel Domainrakyat.com di Google News dan WhatsApp Channel